Rabu, 27 Agustus 2014

SISTEM KLASIFIKASI TANAH



Nama:Nur Faizah
NIM  : 3201409061
Tugas Geografi Tanah


Sistem klasifikasi tanah (alami) yang ada di dunia ini berbagai macam, karena banyak negara menggunkan sistem klasifikasi yang dikembangkan sendiri oleh negara tersebut. Di Indonesia saja sekarang ini paling sedikit dikenal tiga sistem klasifikasi tanah yang masing–masing dikembangkan oleh Pusat Penelitian Tanah Bogor, FAO/UNESCO dan USDA (Amerika Serikat).
Dalam melakukan klasifikasi tanah para ahli pertama kali melakukannya berdasarkan ciri fisika dan kimia, serta dengan melihat lapisan-lapisan yang membentuk profil tanah. Selanjutnya, setelah teknologi jauh berkembang para ahli juga melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah serta proses pelapukan batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada tanah yang terbentuk.
1.   Sistem FAO/UNESCO
Sistem ini dibuat dalam rangka pembuatan peta skala 1:5.000.000 oleh FAO/UNESCO. Untuk ini telah dikembangkan suatu sistem klasifikasi dengan dua kategori. Kategori yang pertama kurang lebih setara dengan kategori great group, sedangkan kategori kedua mirip dengan subgroup dalam sistem Taksonomi Tanah USDA. Kategori yang lebih tinggi dan lebih rendah dari kedua kategori tersebut tidak dikembangkan.
Untuk pengklasifikasian, digunakan horison–horison penciri, sebagian di ambil dari kriteria–kriteria horison penciri pada Taksonomi Tanah USDA dan sebagian dari sistem klasifikasi tanah FAO/UNESCO sendiri. Nama–nama tanah yang diambil dari nama–nama klasik terutama nama–nama tanah Rusia yang sudah terkenal, serta nama–nama tanah yang digunakan di Eropa Barat, Kanada, Amerika Serikat, dan beberapa nama baru yang khusus dikembangkan untuk tujuan ini (misalnya Luvisol dan Acrisol). Dari uraian diatas tampak bahwa sistem ini merupakan kompromi dari berbagai sistem. Tujuannya jelas agar dapat diterima oleh semua pihak. Walaupun demikian, sistem ini lebih tepat disebut sebagai suatu sistem satuan tanah daripada suatu sistem klasifikasi tanah karena tidak disertaidengan pembagian kategori yang lebih terperinci.
2.  Sistem Pusat Penelitian Tanah Bogor
Sistem klasifikasi tanah yang berasal dari Pusat Penelitian Tanah Bogor dan telah banyak dikenal di Indonesia adalah sistem Dudal-Soepraptohardjo (1957). Sistem ini mirip dengan sistem Amerika Serikat terdahulu (Baldwin, Kellog, dan Throp, 1938; Thorp dan Smith, 1949) dengan beberapa modifikasi dan tambahan. Dengan dikenalnya sistem FAO/UNESCO (1974) dan sistem Amerika Serikat yang baru (Soil Taxosonomy, USDA, 1975), sistem tersebut telah pula mengalami penyempurnaan. Perubahan tersebut terutama menyangkut definisi jenis–jenis tanah (great group) dan macam tanah (subgroup). Dengan perubahan–perubahan definisi tersebut maka disamping nama–nama tanah lama yang tetap dipertahankan dikemukakanlah nama–nama baru yang kebanyakan mirip dengan nama–nama tanah dari FAO/UNESCO, sedang sifat–sifat pembedanya digunakan horison–horison penciri  seperti yang dikemukakan oleh USDA dalam Soil Taxosonomy (1975) ataupun oleh FAO/UNESCO dalam Soil Map of the World (1974).
Berikut adalah klasifikasi tanah Indonesia menurut sistem Dudal-Soepraptohardjo (D-S), diberikan dengan padanannya menurut empat sistem klasifikasi lain.
Dudal-Soepraptohardjo
(
PPT Bogor) (1957-1961)
FAO/UNESCO (1974)
Soil Survey Staff USDA
(1975 – 1990)
Tanah aluvial
(endapan, alluvial soil)
Andosol
Tanah Hutan Coklat
(Brown Forest Soil)
Cambisol
Vertisol
Cambisol, Litosol, Ferralsol
Inceptisol, Ultisol, Oxisol
Litosol
Entisol (subkelompok lithic)
Alfisol, Inceptisol
Histosol
Podsol
Cambisol
Inceptisol
Acrisol
Ultisol
Regosol
Entisol, Inceptisol
Rendzina
-
Ranker
-
Sumber: Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah (disederhanakan), kecuali untuk sistem WRB.
  1. Taksonomi Tanah (USDA)
Sistem klasifikasi tanah baru yang dikembangkan oleh, Amerika Serikat dengan nama Soil Taxsonomy (USDA, 1975, 1999) menggunakan enam kategori yaitu Ordo, SubOrdo, Great group, Subgroup, Family, dan Seri. Sistem ini merupakan sistem yang benar–benar baru baik mengenai cara–cara penamaan (tata nama) maupun definisi–definisi mengenai horison–horison penciri ataupun sifat–sifat penciri lain yang digunakan untuk menentukan jenis–jenis tanah.
Sistem USDA atau Soil Taxonomy dikembangkan pada tahun 1975 oleh tim Soil Survey Staff yang bekerja di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Sistem ini pernah sangat populer namun juga dikenal sulit diterapkan. Oleh pembuatnya, sistem ini diusahakan untuk dipakai sebagai alat komunikasi antarpakar tanah, tetapi kemudian tersaingi oleh sistem WRB. Meskipun demikian, beberapa konsep dalam sistem USDA tetap dipakai dalam sistem WRB yang dianggap lebih mewakili kepentingan dunia.

Sistem ini bersifat hierarkis. Pada aras pertama, terdapat penggolongan 12 (pada versi pertama berjumlah sepuluh) kelompok utama yang disebut soil order ("ordo tanah"). Mereka adalah:
  1. Entisol
  2. Inceptisol
  3. Alfisol
  4. Ultisol
  5. Oxisol
  6. Vertisol
  7. Mollisol
  8. Spodosol
  9. Histosol
  10. Andosol
  11. Aridisol
  12. Gleisol

Penamaan berikutnya ditentukan oleh kondisi masing-masing order. Sistem USDA mempertimbangkan aspek pembentukan tanah akibat faktor aktivitas di bumi dan atmosfer.
Menurut Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Alfisol --> disingkat: Alf
2. Aridisol --> disingkat: Id
3. Entisol --> disingkat: Ent
4. Histosol --> disingkat: Ist
5. Inceptisol --> disingkat: Ept
6. Mollisol --> disingkat: Oll
7. Oxisol --> disingkat: Ox
8. Spodosol --> disingkat: Od
9. Ultisol --> disingkat: Ult
10. Vertisol --> disingkat: Ert

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN
Ø  Perbedaan-Perbedaan
·         Perbedaan PPT Bogor dengan FAO/UNESCO

PPT Bogor
FAO/UNESCO
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori.
Tidak disertai dengan pembagian-pembagian kategori yang terperinci.
Penyempurnaan dari klasifikasi tanah menurut FAO/UNESCO
Sistem klasifikasi tanah lebih tepat disebut sebagai suatu system satuan peta tanah.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem PPT Bogor adalah: Organosol,Litosol,Rendzinaq,Grumusol, Gelisol,Aluvial,Regosol,Arenosol,Andosol, Latosol,Lateritik,Cambisol,Podsolik, Mediteran,Planosol,Podsol,dan Ranker.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem FAO/UNESCO adalah: Fluvisol,Gleysol,Regosol,Lithosol, Aremosol,Rendzina,Ranker,Andosol, Vertisol,Solonetz,Yermosol,Merosol, Kastamozem,Chernozem,Greyzem, Cambisol,Luvisol,Podsoluvisol,Podsol, Planosol,Corisol,Nitosol,Ferralsol,dan Histosol.
·         Perbedaan PPT Bogor dengan USDA
PPT Bogor
USDA
Penyempurnaan dari klasifikasi tanah menurut FAO/UNESCO
Merupakan sistem klasifikasi tanah yang sama sekali baru, baik dalam pemberian nama maupun rancangannya.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem PPT Bogor adalah: Organosol,Litosol,Rendzinaq,Grumusol, Gelisol,Aluvial,Regosol,Arenosol,Andosol, Latosol,Lateritik,Cambisol,Podsolik, Mediteran,Planosol,Podsol,dan Ranker.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem USDA adalah sebagai berikut: Entisol,Inceptol,Vertisol,Aridisol,Mollisol, Spodosol,Alfisol,Ultisol,Oxisol, dan Histosol.

·         Perbedaan FAO/UNESCO dengan USDA
FAO/UNESCO
USDA
Sistem klasifikasi tanah lebih tepat disebut sebagai suatu system satuan peta tanah.
Merupakan sistem klasifikasi tanah yang sama sekali baru, baik dalam pemberian nama maupun rancangannya.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem FAO/UNESCO adalah: Fluvisol,Gleysol,Regosol,Lithosol, Aremosol,Rendzina,Ranker,Andosol, Vertisol,Solonetz,Yermosol,Merosol, Kastamozem,Chernozem,Greyzem, Cambisol,Luvisol,Podsoluvisol,Podsol, Planosol,Corisol,Nitosol,Ferralsol,dan Histosol.
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem USDA adalah sebagai berikut: Entisol,Inceptol,Vertisol,Aridisol,Mollisol, Spodosol,Alfisol,Ultisol,Oxisol, dan Histosol.
Ø  Persamaan – Persamaan
·         Persamaan PPT Bogor dengan FAO/UNESCO
PPT Bogor
FAO/UNESCO
Memiliki kategori Order, Sub Order, Great Group, Sub Group,Famili,dan Serie.
Memiliki kategori Great Group dan Sub Group.
Menggunakan horison-horison penciri
Menggunakan horison-horison penciri

·         Persamaan PPT Bogor dengan USDA
PPT Bogor
USDA
Menggunakan horison-horison penciri
Menggunakan horison-horison penciri
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori (Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori (Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
·         Persamaan FAO/UNESCO dengan USDA
FAO/UNESCO
USDA
Menggunakan horison-horison penciri
Menggunakan horison-horison penciri
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori (Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori (Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)

Sumber:
Tjahyono, Heri. 2007. Buku Ajar Geografi Tanah. Semarang : Geografi FIS UNNES

http://cerianet-agricultur.blogspot.com/2008/11/ilmu-tanah_10.html

2 komentar: