Nama:Nur Faizah
NIM : 3201409061
Tugas Geografi Tanah
Sistem
klasifikasi tanah (alami) yang ada di dunia ini berbagai macam, karena banyak
negara menggunkan sistem klasifikasi yang dikembangkan sendiri oleh negara
tersebut. Di Indonesia saja sekarang ini paling sedikit dikenal tiga sistem
klasifikasi tanah yang masing–masing dikembangkan oleh Pusat Penelitian Tanah
Bogor, FAO/UNESCO dan USDA (Amerika Serikat).
Dalam
melakukan klasifikasi tanah para ahli pertama kali melakukannya berdasarkan
ciri fisika dan kimia, serta dengan melihat
lapisan-lapisan yang membentuk profil tanah. Selanjutnya,
setelah teknologi jauh berkembang para ahli juga melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah
serta proses pelapukan
batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada tanah yang
terbentuk.
1. Sistem FAO/UNESCO
Sistem ini
dibuat dalam rangka pembuatan peta skala 1:5.000.000 oleh FAO/UNESCO. Untuk ini
telah dikembangkan suatu sistem klasifikasi dengan dua kategori. Kategori yang
pertama kurang lebih setara dengan kategori great group, sedangkan kategori
kedua mirip dengan subgroup dalam sistem Taksonomi Tanah USDA. Kategori yang
lebih tinggi dan lebih rendah dari kedua kategori tersebut tidak dikembangkan.
Untuk
pengklasifikasian, digunakan horison–horison penciri, sebagian di ambil dari
kriteria–kriteria horison penciri pada Taksonomi Tanah USDA dan sebagian dari
sistem klasifikasi tanah FAO/UNESCO sendiri. Nama–nama tanah yang diambil dari
nama–nama klasik terutama nama–nama tanah Rusia yang sudah terkenal, serta
nama–nama tanah yang digunakan di Eropa Barat, Kanada, Amerika Serikat, dan
beberapa nama baru yang khusus dikembangkan untuk tujuan ini (misalnya Luvisol
dan Acrisol). Dari uraian diatas tampak bahwa sistem ini merupakan kompromi
dari berbagai sistem. Tujuannya jelas agar dapat diterima oleh semua pihak.
Walaupun demikian, sistem ini lebih tepat disebut sebagai suatu sistem satuan
tanah daripada suatu sistem klasifikasi tanah karena tidak disertaidengan
pembagian kategori yang lebih terperinci.
2. Sistem Pusat Penelitian Tanah Bogor
Sistem
klasifikasi tanah yang berasal dari Pusat Penelitian Tanah Bogor dan telah
banyak dikenal di Indonesia adalah sistem Dudal-Soepraptohardjo (1957). Sistem
ini mirip dengan sistem Amerika Serikat terdahulu (Baldwin, Kellog, dan Throp,
1938; Thorp dan Smith, 1949) dengan beberapa modifikasi dan tambahan. Dengan dikenalnya
sistem FAO/UNESCO (1974) dan sistem Amerika Serikat yang baru (Soil Taxosonomy,
USDA, 1975), sistem tersebut telah pula
mengalami penyempurnaan. Perubahan tersebut terutama menyangkut definisi
jenis–jenis tanah (great group) dan macam tanah (subgroup). Dengan perubahan–perubahan
definisi tersebut maka disamping nama–nama tanah lama yang tetap dipertahankan
dikemukakanlah nama–nama baru yang kebanyakan mirip dengan nama–nama tanah dari
FAO/UNESCO, sedang sifat–sifat pembedanya digunakan horison–horison
penciri seperti yang dikemukakan oleh USDA dalam Soil Taxosonomy (1975)
ataupun oleh FAO/UNESCO dalam Soil Map of the World (1974).
Berikut adalah klasifikasi tanah
Indonesia menurut sistem Dudal-Soepraptohardjo (D-S), diberikan dengan
padanannya menurut empat sistem klasifikasi lain.
|
Dudal-Soepraptohardjo
(PPT Bogor) (1957-1961) |
Soil Survey
Staff USDA
(1975 – 1990) |
|
|
Tanah aluvial
(endapan, alluvial soil) |
||
|
Andosol
|
||
|
Tanah Hutan Coklat
(Brown Forest Soil) |
Cambisol
|
|
|
Vertisol
|
||
|
Litosol
|
Entisol (subkelompok lithic)
|
|
|
Alfisol, Inceptisol
|
||
|
Histosol
|
||
|
Podsol
|
||
|
Cambisol
|
Inceptisol
|
|
|
Acrisol
|
Ultisol
|
|
|
Regosol
|
Entisol, Inceptisol
|
|
|
Rendzina
|
||
|
-
|
Ranker
|
-
|
- Taksonomi Tanah (USDA)
Sistem
klasifikasi tanah baru yang dikembangkan oleh, Amerika Serikat dengan nama Soil
Taxsonomy (USDA, 1975, 1999) menggunakan enam kategori yaitu Ordo, SubOrdo,
Great group, Subgroup, Family, dan Seri.
Sistem ini merupakan sistem yang benar–benar baru baik mengenai cara–cara
penamaan (tata nama) maupun definisi–definisi mengenai horison–horison penciri
ataupun sifat–sifat penciri lain yang digunakan untuk menentukan jenis–jenis
tanah.
Sistem USDA atau Soil
Taxonomy dikembangkan pada tahun 1975 oleh tim Soil Survey Staff
yang bekerja di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Sistem ini
pernah sangat populer namun juga dikenal sulit diterapkan. Oleh pembuatnya,
sistem ini diusahakan untuk dipakai sebagai alat komunikasi antarpakar tanah,
tetapi kemudian tersaingi oleh sistem WRB. Meskipun demikian, beberapa konsep
dalam sistem USDA tetap dipakai dalam sistem WRB yang dianggap lebih mewakili
kepentingan dunia.
Sistem ini
bersifat hierarkis. Pada aras pertama, terdapat penggolongan 12 (pada versi
pertama berjumlah sepuluh) kelompok utama yang disebut soil order
("ordo tanah"). Mereka adalah:
- Entisol
- Inceptisol
- Alfisol
- Ultisol
- Oxisol
- Vertisol
- Mollisol
- Spodosol
- Histosol
- Andosol
- Aridisol
- Gleisol
Penamaan
berikutnya ditentukan oleh kondisi masing-masing order. Sistem USDA mempertimbangkan aspek pembentukan tanah
akibat faktor aktivitas di bumi dan atmosfer.
Menurut
Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA
1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Alfisol
--> disingkat: Alf
2. Aridisol
--> disingkat: Id
3. Entisol
--> disingkat: Ent
4. Histosol
--> disingkat: Ist
5. Inceptisol
--> disingkat: Ept
6. Mollisol
--> disingkat: Oll
7. Oxisol -->
disingkat: Ox
8. Spodosol
--> disingkat: Od
9. Ultisol
--> disingkat: Ult
10. Vertisol
--> disingkat: Ert
PERBEDAAN DAN PERSAMAAN
Ø Perbedaan-Perbedaan
·
Perbedaan PPT Bogor
dengan FAO/UNESCO
|
PPT Bogor
|
FAO/UNESCO
|
|
Sistem
klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori.
|
Tidak disertai
dengan pembagian-pembagian kategori yang terperinci.
|
|
Penyempurnaan
dari klasifikasi tanah menurut FAO/UNESCO
|
Sistem
klasifikasi tanah lebih tepat disebut sebagai suatu system satuan peta tanah.
|
|
Nama-nama tanah
yang dijumpai menurut sistem PPT Bogor adalah: Organosol,Litosol,Rendzinaq,Grumusol,
Gelisol,Aluvial,Regosol,Arenosol,Andosol, Latosol,Lateritik,Cambisol,Podsolik,
Mediteran,Planosol,Podsol,dan Ranker.
|
Nama-nama tanah
yang dijumpai menurut sistem FAO/UNESCO adalah: Fluvisol,Gleysol,Regosol,Lithosol, Aremosol,Rendzina,Ranker,Andosol, Vertisol,Solonetz,Yermosol,Merosol,
Kastamozem,Chernozem,Greyzem, Cambisol,Luvisol,Podsoluvisol,Podsol, Planosol,Corisol,Nitosol,Ferralsol,dan
Histosol.
|
·
Perbedaan PPT Bogor dengan USDA
|
PPT Bogor
|
USDA
|
|
Penyempurnaan dari klasifikasi tanah menurut FAO/UNESCO
|
Merupakan sistem klasifikasi tanah yang sama
sekali baru, baik dalam pemberian nama maupun rancangannya.
|
|
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem PPT Bogor
adalah: Organosol,Litosol,Rendzinaq,Grumusol,
Gelisol,Aluvial,Regosol,Arenosol,Andosol,
Latosol,Lateritik,Cambisol,Podsolik, Mediteran,Planosol,Podsol,dan Ranker.
|
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem
USDA adalah sebagai berikut: Entisol,Inceptol,Vertisol,Aridisol,Mollisol,
Spodosol,Alfisol,Ultisol,Oxisol, dan Histosol.
|
·
Perbedaan FAO/UNESCO dengan USDA
|
FAO/UNESCO
|
USDA
|
|
Sistem klasifikasi tanah lebih tepat disebut sebagai
suatu system satuan peta tanah.
|
Merupakan sistem klasifikasi tanah yang sama
sekali baru, baik dalam pemberian nama maupun rancangannya.
|
|
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem FAO/UNESCO
adalah: Fluvisol,Gleysol,Regosol,Lithosol,
Aremosol,Rendzina,Ranker,Andosol, Vertisol,Solonetz,Yermosol,Merosol,
Kastamozem,Chernozem,Greyzem, Cambisol,Luvisol,Podsoluvisol,Podsol,
Planosol,Corisol,Nitosol,Ferralsol,dan Histosol.
|
Nama-nama tanah yang dijumpai menurut sistem
USDA adalah sebagai berikut: Entisol,Inceptol,Vertisol,Aridisol,Mollisol,
Spodosol,Alfisol,Ultisol,Oxisol, dan Histosol.
|
Ø Persamaan – Persamaan
·
Persamaan PPT Bogor dengan FAO/UNESCO
|
PPT Bogor
|
FAO/UNESCO
|
|
Memiliki kategori Order, Sub Order, Great Group, Sub Group,Famili,dan
Serie.
|
Memiliki kategori Great Group dan Sub Group.
|
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
·
Persamaan PPT Bogor dengan USDA
|
PPT Bogor
|
USDA
|
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
|
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori
(Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
|
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori
(Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
|
·
Persamaan FAO/UNESCO dengan USDA
|
FAO/UNESCO
|
USDA
|
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
Menggunakan horison-horison penciri
|
|
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori
(Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
|
Sistem klasifikasi tanah menggunakan 6 kategori
(Order,Sub Order,Great Group, Sub Group,Famili, dan Serie)
|
Sumber:
Tjahyono, Heri. 2007. Buku Ajar Geografi Tanah. Semarang :
Geografi FIS UNNES
Trm ksh atas postingannya yang sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih bro, cukup berguna
BalasHapus